Jumat, 18 Maret 2016

JADWAL RESTART MIKROTIK OTOMATIS

Pada kondisi tertentu kita sering mengalami dikarenakan mungkin router mikrotik nyala terus menerus yang mengakibatkan mikrotik sering hang dikarenakan telah menyimpan banyak memory history aktivitas mikrotik yang mengakibatkan resource mikrotik cpu load 100%. dari situlah kita perlu mengatur penjadwalan reboot otomatis mikrotik yang bisa kita atur waktunya sesuai yang kita inginkan , misalkan setiap 24 jam , 48 jam atau yang lain.
kita perlu menambah scheduler di mikrotik masuk ke system > schedule lalu tambahkan seperti berikut :
reboot otomatis
Name        : isi saja reboot oto
start date : tanggal pertama kali kita akan menjalankan jadwal ini
start time : jam pertama kali kita akan menjalankan jadwal ini
interval     : jangka waktu yang kita inginkan , misal di isi seperti diatas maka mikrotik akan restart setiap 1d ( 24Jam ) mulai waktu start time , berarti mikrotik akan restart setiap pukul 04.00 pagi
on event    : isi saja /system reboot
centang semua policy dan apply ok

Membuat dua network pada satu interface mikrotik

Assalamualaikum
Selamat malam paman pengguna wordpress, kali ini sedikit coret coret tentang membuat dua network pada satu interface mikrotik. Tapi ini beda, setiap network harus tidak bisa saling terkoneksi atau saling ping. Nah pertama kali kepikiran akan saya buat dua network pada satu interface, tapi ternyata antar client bisa saling terkoneksi walaupun beda network. Yaudah dengan cara usulan temen kita buat rules nya agar kedua  network tidak bisa saling ping haha licik, ok langsung saja begini skema jaringanya :
membagi dua jaringan pada satu interface mikrotik
nah, pada skema terlihat PC0 dan PC1, nah kasus kali ini antara 2 pc tidak boleh saling terkoneksi ataupun saling ping.
Lanjut lah kita setting ip dan networknya dulu pada mikrotik
ip address print
gambar diatas merupakan tampilan ip adress print dari ip address mikrotik saya, jadi ada 2 network yang menghuni satu interface. Nah begitu saya cek ping masih bisa terkoneksi antara clint network satu dan network dua.
Kemudian agar tidak bisa saling ping kita beri filter agar didrop jika saling ping atau saling koneksi *hahah jahat banget :v
Sebelumnya kta buat address list kedua jaringan terlebih dahulu
adress list mkrotik
untuk IP 192.168.8.0/24 saya beri nama netA dan 192.168.7.0/24 untuk netB
Jika sudah kemudian kita pergi ke ip–>firewall , kemudian add rule
firewall forward
Isikan chain dengan forward
kemudian pindah ke tab Advanced
Membuat dua network pada satu interface mikrotik
src address netA dan dst address netB, ini berlaku jika kita ingin mengeblok jaringan netA ke netB. Jadi netB tidak bisa ping netA ataupun sebaliknya
kemudian pilih actionnya drop
Membuat dua network pada satu interface mikrotik
Nah koneksi dari netB ke netA sudah d block. Kemudian tahap pengetesan..
Daftar ip kedua client
Membuat dua network pada satu interface mikrotik
Membuat dua network pada satu interface mikrotik
Tahap tes ping antar kedua client
Membuat dua network pada satu interface mikrotik
Membuat dua network pada satu interface mikrotik
Hah selesai juga, sekiranya begitu. ini masih tahap percobaan saya belum apliaksikan di jaringan skala besar. Jadi buat refrensi saja. Terima kasih . Sekian untuk Membuat dua network pada satu interface mikrotik tanpa bisa ping kedua network, sampai jumpa di post berikutnya
wassalamualaikum wr wb

Selasa, 15 Maret 2016

Konfigurasi Billing Server dan Client Sombrero net bill (IA-NET)


Assalamualaikum wr. wb. ikhwan wa ukhti...

Kali ini mau sekedar sharing yang udah dipelajarin di sekolah, cara konfigurasi billing server dan client, nah disini pake Sombrero net bill, yuk simakkk...



Sebelumnya, untuk instalasi Billing Server dan Client nya bisa dilihat Di sini yaa

SERVER

1. Klik Tools, kemudian klik Setting Server untuk mengatur Data Billing Server



2. Tampilan ini untuk mengubah Identitas User dan pengaturan lainnya, jika sudah selesai kemudian klik Save



3. Klik Tools, kemudian klik Setting Client untuk mengatur Data Billing Client



4. Tampilan Pengaturan pada Billing Server untuk Client, Atur sesuai yang anda butuhkan. Jika sudah selesai kemudian Simpan



5. Klik Tools, kemudian klik Setting Biaya untuk mengatur Jam dan Biaya Billing



6. Atur Biaya Billing
  • Klik Add untuk menambahkan
  • Isi Jenis tarif, Nama Tarif yang di inginkan, dan Biaya Awal/menit jika dibutuhkan
  • Force Stop at untuk pengingat jika waktu sudah ingin habis dan isi Keterangan jika dibutuhkan
  • Klik Save untuk menyimpan



7. Klik Tools, kemudian klik Input Data Barang untuk memasukkan data dagangan



8. Pengaturan Input Barang
  • Klik Add untuk menambahkan
  • Isi Kode Barang yang dijual, Nama Barang, Harga Satuan barang, Jenis yang dijual , Jumlah Barang dan isi Keterangan jika dibutuhkan
  • Klik Save jika sudah selesai




CLIENT

1. Klik Admin kemudian masukkan Username dan Password adminnya dan Klik Login



2. Pengaturan Client
  • Isi nomor Clientnya, masukkan IP Address Server
  • Jika ada Background yang ingin digunakan, klik browse kemudian cari gambarnya
  • Tentukan tindakan saat client sudah selesai bermain
  • Cheklist tarif yang ingin di aktifkan
  • Cheklist fitur yang dapat di gunakan pada saat client bermain
  • Cheklist fitur yang tidak dapat di gunakan pada saat client bermain
  • Simpan pengaturan jika sudah selesai


3. Pengaturan berhasil disimpan, klik OK



4. Berhasil Terhubung





TERIMAKASIH
SEMOGA BERMANFAAT


Wassalamualaikum wr. wb.

SETTING BILLING WARNET

Bagi pemula yang mau memulai usaha warnet aplikasi billing adalah sesuatu keharusan karena dengan billing kita bisa mengatur tarif,waktu dsb.banyak sekali billing warnet yang ditawarkan, mulai dari berbayar sampai yang free(gratis) pun ada,anda bisa cari di om google disitu banyak ko! atau klik aja disini
saya sarankan bagi pemula yang ingin mempunyai billing coba aja Sombrero net bill karena mudah cara settingnya dan lumayan bagus,setelah mencoba dan ingin registrasi ke pro juga bisa.
Nah yang akan saya bahas mengenai setting billing ini adalah cara setting billing sombrero net bill
sebelum setting download dulu billing somrero net bill deskpro 2 final,ini adalah versi terbaru dari sombrero
untuk server klik disini
untuk client klik disini
1.cara setting server
pertama: double klik SBillServerDeskProSetup.exe yang sudah anda download tadi,ikuti penginstallan
kedua: anda login sebagai admin
Default Username untuk SERVER Administrator | Password = admin
ketiga: masuk ke tools pilih setting server dan isi kolom-kolomnya sesuai data warnet anda lalu simpan

keempat :masuk tools pilih setting biaya
untuk jenis tarif anda bisa pilih personal(main dulu baru bayar),prabayar(bayar dulu baru main),ataupun member, anda bisa menonaktifkan sebagian
kelima:simpan
untuk yang server sudah selesai,sekarang setting client
pertama: double klik SBillClientDeskProSetup.exe yang sudah anda download dan ikuti penginstallan
kedua:anda masuk ke admin dan login
Default Username CLIENT admin | Password = admin

ketiga: isi nomor client contoh digambar client 1
keempat: isi ip address server sesuai ip address server anda,bila belum mengerti anda bisa lihat di “cara setting warnet” yang sudah dibahas sebelumnya
kelima :untuk pengaturan lainnya anda bisa sesuaikan dengan yang anda inginkan
keenam:klik set

ketujuh: klik tutup
“bila status: conected dan berwarna hijau berarti setingan sudah selesai dan untuk client lainnya caranya sama,yang beda hanya pada nomor cliennya saja”
semoga bermanfaat….

Minggu, 13 Maret 2016

Mode bridge Pada Mikrotik

Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge. 
Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.
Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing. 
Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set. 
  
Konfigurasi Pada Access Point
1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1
  
2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge
3. Masukkan IP Address pada interface bridge1

4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11). 

5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK. 

6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.

7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.

Konfigurasi pada Wireless Station
Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500. 

Pengecekan link 

Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah). 


Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).
Konfigurasi keamanan jaringan wireless
Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.
Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.